Kamis, 08 November 2012

design mini aquascape

Design Mini Aquascape
 
   



Tema Layout               :           “ Freedom Fieldy “
Spesifikasi  Tank :
Ukuran ( PxLxT ) cm  :           36x22x26 cm
Filter                            :           Hang-On Back Waterfall 340 L/h
Pencahayaan              :           23w Leutech 7200 K
Substrat                       :           Nisso Soil for Plant
Tanaman                     :
            Carpetting       :           Utricullaria Graminifolia
            Midground       :           Anubias Nana, Anubias Nana var.Petite, Fissiden Fontanus
            Background    :           Ludwiga Arcuata
Hardscape                  :           Ranting Santigi, batu Andesit
Fauna                          :           Udang Red Cherry, ikan Sundadanio Axelrodi
Informasi Tambahan  :           Nutrisi pupuk cair Wonder-Gro ( Micro & Macro Nutrient )
                                                Nutrisi pupuk tancap Wonder-Gro Tablet
                                                ANS nano Diffuser kaca.dengan Co2 tabung 1 bps
                                                Penyalaan lampu 8 jam/hari

Ukuran aquarium kecil ( nano ) ber volume 20 liter merupakan sebuah tantangan yang sulit di dunia aquarium tanaman. Untuk menghasilkan tampilan seimbang dan mempunyai tema harus di tentukan pilihan material dasar dan juga pemilihan tanaman yang sesuai untuk mendapatkan layout sesuai yang di inginkan.
Dalam setup ini penulis menggunakan pilihan material kayu dan batu, ukuran di sesuaikan dengan aquarium nya. Pilihan cabang-cabang dari kayu santigi untuk membuat kesan alami dan pemilihan tanaman Fissiden Fontanus di kayu tersebut membuat kayu tersebut terlihat lebih alami. Material utama di posisikan di 1/3 panjang aquarium untuk menjadi nilai utama sebuah layout aquascape, tanaman anubias yang di ikat pada kayu dan batu di posisikan di bawah kayu untuk menambah keharmonisan nilai utama layout tersebut.
Penggunaan tanaman untuk bagian depan dan merata hingga kebelakang di pilih Utricularia Graminifolia, tanaman ini dipilih karena tanaman tersebut memiliki struktur yang menyerupai gelombang pada bentuk daun nya. Karena tanaman ini tergolong tanaman berdaun halus dan kecil penanaman nya harus menggunakan pinset agar tanaman bisa di masukkan ke dalam media tanam dengan penempatan yang baik juga.
Kemudian untuk melengkapi tampilan layout yang di pilih untuk aquarium ini di butuhkan satu bagian yang harus di tanam dengan tanaman berstruktur tinggi dan daun yang menyebar untuk membuat kesan alami seperti di hutan. Pilihan tanaman jenis stem Ludwiga Arcuata di pilih untuk mengisi bagian belakang aquarium. Tanaman ini juga di tanam dengan bantuan pinset krn struktur batang yang kecil.
Setelah semua tanaman di tempatkan untuk layout aquarium, kemudian dilakukan pengisian air dan menjalankan filtrasi. Media untuk filter di pilih sebagai tempat berkembangnya bakteri pengurai, media ceramic ring dan bio-sponge di gunakan untuk HOB tersebut. Untuk menghidupkan tanaman secara optimal harus di berikan kebutuhan-kebutuhan tanaman tersebut, salah satu di antaranya adalah Karbon Dioksida ( CO2 ). Penulis memberikan Co2 tersebut bersumber dari tabung yg berisi Co2 dan proses pelarutannya menggunakan alat diffuser kaca ukuran kecil, maka hasil nya Co2 akan terlarut dan berukuran sangat kecil sehingga dapat di manfaatkan tanaman.
Untuk kebutuhan nutrisi di butuhkan dua unsure yaitu Macro dan Micro, penulis menggunakan produk Wonder-Gro yang asli buatan penduduk Indonesia. Dosis pemberian di sesuaikan dengan ukuran aquarium dan tanaman yang ada di dalam  nya. Yang perlu di perhatikan jika setup aquarium tanaman dengan menggunakan Soil pabrikan adalah proses siklus untuk pembentukan bakteri pengurai, dan keseimbangan nutrisi di dalamnya.
Untuk menjaga keseimbangan di dalam aquarium, di lakukan pergantian air sebanyak 30% setiap minggu hingga tercapainya tujuan penyeimbangan tersebut. Setelah tercapainya keseimbangan kemudian di masukkan biota seperti ikan dan udang hias, tetapi jumlahnya tetap di jaga tidak terlalu banyak agar tidak terjadi peningkatan jumlah kotoran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar